PROBOLINGGO β Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) selama dua hari, RabuβKamis, 16β17 September 2026, di Lava View Hotel, kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.
Rakerda diikuti oleh seluruh Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI se-Jawa Timur. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolda Jawa Timur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, serta Forkopimcam Kecamatan Sukapura.
Diawali Rapimda
Rangkaian Rakerda diawali dengan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) PHRI Jawa Timur yang diikuti para Ketua dan Sekretaris BPC PHRI se-Jawa Timur. Rapimda dilaksanakan di Lava View Hotel dengan agenda membahas berbagai permasalahan dan tindak lanjut hasil Rakerda PHRI Jawa Timur tahun 2025 yang sebelumnya digelar di Grand Whiz Hotel, Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada 6β7 Agustus 2025.
Ketua BPD PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyono, mengatakan Rakerda tahun 2026 memiliki tantangan tersendiri, terutama dengan adanya pemberitaan mengenai kebakaran di kawasan Gunung Bromo.
βRakerda yang dilaksanakan di Bromo ini hampir saya batalkan karena adanya berita masif terkait kebakaran di Gunung Bromo. Mereka hanya melihat dari satu sisi saja, tidak melihat di mana sebetulnya terjadinya kebakaran,β ujar Dwi Cahyono.
Ia menjelaskan, lokasi kebakaran yang diberitakan tersebut berada di kawasan Jemplang, dekat Malang, dan cukup jauh dari lokasi pelaksanaan Rakerda.
βKebakarannya sesungguhnya di Jemplang dekat Malang, jauh dari lokasi Rakerda,β jelasnya.
Menurut Dwi, pelaksanaan Rakerda di kawasan Bromo sekaligus menjadi kesempatan untuk memberikan informasi secara langsung mengenai kondisi destinasi wisata dan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
Bromo Jadi Pilihan Strategis
Ketua Pelaksana Rakerda PHRI Jawa Timur 2026, Bambang Priambodo, mengatakan pemilihan kawasan Bromo sebagai lokasi Rakerda merupakan pilihan yang strategis.
Selain menjadi tempat untuk membahas berbagai program organisasi, pelaksanaan Rakerda di kawasan Bromo juga menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi destinasi wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dapat kembali dikunjungi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
βPelaksanaan Rakerda di kawasan Bromo menjadi pilihan lokasi yang sangat strategis. Selain membahas program kerja, kami juga ingin memastikan kawasan wisata TNBTS sudah bisa dikunjungi wisatawan asing maupun domestik,β kata Bambang.
PHRI Award 2026
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan Gala Dinner yang berlangsung di Lantai 8 Hotel Manis Ae. Dalam kesempatan tersebut, BPD PHRI Jawa Timur juga memberikan PHRI Award 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap BPC dan tokoh yang dinilai memberikan kontribusi dalam organisasi PHRI Jawa Timur.
Terdapat 10 kategori penghargaan yang diberikan, yaitu:
BPC Terkreatif: BPC Kota Batu
BPC Terkompak: BPC Kota Malang
BPC Peserta Terbanyak: BPC Magetan
BPC dengan Anggota Terbanyak: Korwil Surabaya
BPC dengan Perkembangan Tercepat: BPC Mojokerto Raya
BPC dengan Data Terakurat: BPC Kediri
BPC dengan Korwil Teraktif: Korwil Jember
BPC Teraktif: BPC Kota Madiun
Lifetime Achievement: Herman Marjono
Lifetime Achievement: Panjang Suhartojo
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya PHRI Jawa Timur untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong peningkatan kinerja, kreativitas, partisipasi, dan kontribusi seluruh jajaran organisasi.
Rakerda Hasilkan Empat Program Kerja 2027
Memasuki hari kedua, Rakerda BPD PHRI Jawa Timur membahas dan menetapkan sejumlah agenda organisasi serta program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2027.
Dari hasil pembahasan Rakerda, ditetapkan empat program kerja utama yang diperuntukkan bagi seluruh BPC PHRI di Jawa Timur.
Empat program tersebut meliputi:
Pertama, Program Bimbingan Teknis dan Pelatihan Perhotelan Gratis bagi Anggota PHRI. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia anggota PHRI dan dilengkapi dengan sertifikat PHRI.
Kedua, Pelaksanaan Aplikasi Marketplace PHRI. Aplikasi ini disiapkan sebagai sarana untuk mendukung kebutuhan anggota PHRI sekaligus memperkuat ekosistem usaha dan jejaring antaranggota.
Ketiga, Bantuan dan Fasilitasi Perizinan Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka). Program ini menjadi bentuk dukungan PHRI kepada anggota dalam proses pemenuhan dan fasilitasi berbagai kebutuhan perizinan usaha.
Keempat, Rekomendasi BPP PHRI mengenai Sertifikat Bintang bagi Hotel-Hotel. Rekomendasi tersebut ditujukan untuk membantu hotel anggota PHRI dalam memenuhi kebutuhan kerja sama dengan dinas maupun instansi pemerintah.
Perkuat Peran PHRI bagi Industri Pariwisata Jawa Timur
Dengan ditetapkannya empat program kerja tersebut, Rakerda BPD PHRI Jawa Timur 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum pembahasan organisasi, tetapi menjadi pijakan untuk menjalankan program yang memberikan manfaat langsung bagi anggota.
Program pelatihan, digitalisasi marketplace, fasilitasi perizinan, serta rekomendasi sertifikasi hotel menjadi bagian dari langkah PHRI Jawa Timur dalam memperkuat kapasitas dan daya dukung pelaku usaha perhotelan, restoran, dan kafe di Jawa Timur.
Pelaksanaan Rakerda di kawasan Bromo juga memberikan pesan bahwa industri pariwisata harus terus bergerak, beradaptasi, dan membangun optimisme di tengah berbagai tantangan.
Dengan berakhirnya Rakerda BPD PHRI Jawa Timur 2026, seluruh BPC PHRI se-Jawa Timur diharapkan dapat membawa hasil kesepakatan tersebut ke daerah masing-masing dan mengimplementasikannya secara bersama-sama. Empat program kerja yang telah ditetapkan menjadi komitmen bersama untuk memperkuat organisasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anggota PHRI dan perkembangan industri pariwisata Jawa Timur pada tahun 2027.